ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 10 Juli 2020 | 20 Zulqaidah 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
DUNIA

Guru Non-Muslim di Swedia Menutup Rambut sebagai Protes atas Larangan Berjilbab

04 February 2020 07:00:01
muslim,swedia,hijab,jilbab,pelarangan,aksi,solidaritas
aboutislam.net

ChanelMuslim.com - Dalam masa meningkatnya kejahatan rasial dan Islamofobia, jilbab wanita Muslim menjadi simbol perlawanan dan feminism. Bersama  wanita dari berbagai agama yang berbeda menggunakannya untuk mengekspresikan solidaritas terhadap wanita Muslim.

Sebuah RUU yang melarang semua bentuk penutup kepala Muslim di Swedia telah memicu dukungan bagi komunitas agama.

Guru-guru non-Muslim di Sekolah Prästamosseskolan Swedia mendefinisikan kembali koeksistensi dan solidaritas minggu ini, datang ke tempat kerja dengan mengenakan jilbab Islam.

Tindakan ini sebagai protes terhadap larangan jilbab yang mulai berlaku di kota mereka dalam enam bulan ke depan.

Para pendidik secara kolektif mengirim pesan ketidaksetujuan ke kotamadya Skurup, Swedia, yang telah menyetujui RUU yang melarang "semua bentuk tutup kepala Muslim" di sekolah dasar dan prasekolah.

Larangan itu - yang disahkan pada bulan Desember - berdampak pada wanita Muslim yang mengenakan jilbab, burqa, dan niqab, Lancashire Telegraph melaporkan.

“Para siswa menjadi bersemangat ketika mereka melihat bahwa kami juga mengenakan kerudung. Mereka merasa bahwa kami mendukung mereka,” Marit, salah satu guru yang memprotes larangan itu, menjelaskan menurut Sputnik News.

Muslim Swedia

Saat ini, komunitas Muslim berjumlah 8,1 persen dari total populasi Swedia. Sekitar 800.000 orang beragama menyebut negara itu rumah mereka, menurut Pew Research Center.

Meskipun Swedia tidak memberlakukan larangan jilbab di tingkat nasional, beberapa kota di seluruh negeri telah memberlakukan UU pelarangan jilbab.

Pada 2016, serangan terhadap seorang wanita Muslim berjilbab yang sedang hamil di Stockholm memicu seruan pada wanita Swedia dari semua agama untuk mengenakan jilbab, sebagai bentuk dukungan terhadap hak-hak Muslim.

Kota Gävle di Swedia tengah juga mendukung kampanye iklan pada bulan Februari 2019 untuk merayakan keberagaman dengan memposting foto seorang wanita Muslim hijabi.

Islam melihat jilbab sebagai kode berpakaian wajib, bukan simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang.

Hijab dilanda badai sejak Prancis melarang jilbab di tempat umum pada tahun 2004.

Sejak itu, beberapa negara Eropa mengikutinya. [My/aboutislam.net]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
muslim
swedia
hijab
jilbab
pelarangan
aksi
solidaritas
 
BERITA LAINNYA
 
 
ADVERTORIAL
10 July 2020 06:00:00

Kini Qurban Bisa Melalui ChanelMuslim.com

 
DUNIA
15 September 2017 15:28:58

Berapa Harga iPhone X Terbaru? Cek di sini

global qurban, chanelmuslim global qurban
 
 
 
TERBARU
 
sekolah qurban, qurban 2020
 
 
TERPOPULER
 
 
Muslimah Creative Stream Fest Vol 2 2020
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga