ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16 Safar 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
DUNIA

Dua Tahun di Pengungsian, Muslim Rohingya: 'Kami Juga Warga Negara'

26 August 2019 12:02:44
muslim,rohingya
aboutislam.net

ChanelMuslim.com - Rohingya adalah etnis minoritas Muslim di Myanmar, yang sebagian besar tinggal di negara bagian Rakhine, dan memiliki bahasa dan budaya sendiri. Meskipun tinggal di Myanmar selama beberapa generasi, mereka tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintah yang berkuasa..

Mereka Melarikan diri dari penyiksaan dan penganiayaan yang terjadi dua tahun lalu. Puluhan ribu Muslim Rohingya mengadakan demonstrasi pada hari Minggu di kamp-kamp pengungsi mereka di Bangladesh meminta Myanmar untuk memberikan mereka kewarganegaraan, menurut laporan BBC.

“Kami telah meminta pemerintah Burma (Myanmar) untuk berdialog. Tapi kami belum mendapat tanggapan dari mereka,” kata pemimpin Rohingya, Mohib Ullah.

“Kami dipukuli, dibunuh, dan diperkosa di Rakhine. Tapi tetap saja itu rumah kita. Dan kami ingin kembali."

Myanmar malah menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Pada 25 Agustus 2017, Myanmar melancarkan tindakan militer besar-besaran terhadap etnis minoritas Muslim, menewaskan hampir 24.000 warga sipil dan memaksa 750.000 lainnya melarikan diri ke Bangladesh, menurut Ontario International Development Agency (OIDA).

Laporan mengerikan tentang pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, dan penembakan tanpa pandang bulu diduga dilakukan oleh tentara Myanmar terhadap orang-orang Rohingya di Burma barat serta kelompok-kelompok minoritas lainnya.

Sekolah-sekolah Islam dan rumah-rumah ibadah dibakar dalam tindakan keras oleh pasukan Burma dan kelompok-kelompok orang beragama Budha. Menurut pencari fakta PBB, tindakan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap Rohingya.

Setelah dua tahun di kamp-kamp pengungsi, Bangladesh membuat skema pengembalian sukarela pada hari Kamis lalu tetapi tidak satu pun warga Rohingya yang ingin pergi.

"Saya datang dari Burma, tidak bisa mentolerir penyiksaan di sana, jadi saya datang ke Bangladesh," kata Ali Akbar kepada Reuters di kios perbaikan teleponnya.

"Sejak datang ke sini saya sudah memulai bisnis ini, saya senang di sini."

Mereka juga menolak untuk meninggalkan hak mereka di negara asal mereka.

“Saya datang ke sini untuk mencari keadilan atas pembunuhan kedua putra saya. Saya akan terus mencari keadilan sampai napas terakhir saya,” kata Tayaba Khatun yang berusia 50 tahun kepada kantor berita AFP.

Dalam laporannya, Migrasi Paksa Rohingya: The Untold Experience, OIDA meningkatkan perkiraan jumlah Rohingya yang terbunuh menjadi 23.962 (± 881) dari angka perkiraan Doctor Without Borders yang sebelumnya yang hanya berjumlah 9.400.

Lebih dari 34.000 Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, menambahkan bahwa 17.718 (± 780) perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Burma.

Lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya. [Maya/sumber: aboutislam.net]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
muslim
rohingya
 
BERITA LAINNYA
 
 
 
DUNIA
01 December 2017 21:14:24

Serangan ke Masjid di Belanda Meningkat

The Power Of Love 2 Hayya
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284