ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 18 November 2018 | 9 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
PARENTING

Kisah Imam Ahmad bin Hambal Mencari Ilmu

21 July 2018 06:26:04 Kisah Imam Ahmad bin Hambal Mencari Ilmu
pexeks.com

ChanelMuslim.com – Imam Ahmad tumbuh dewasa sebagai seorang anak yatim. Ibunya, Shafiyyah binti Maimunah binti ‘Abdul Malik asy-Syaibaniy, berperan penuh dalam mendidik dan membesarkan beliau. Untungnya, sang ayah meninggalkan warisan untuk mereka 2 buah rumah di kota Baghdad. Yang sebuah mereka tempati sendiri, sedangkan yang sebuah lagi mereka sewakan dengan harga yang sangat murah.

Dalam hal ini, keadaan beliau sama dengan keadaan Syaikh nya yaitu Imam Syafi‘i, yang yatim dan miskin, tetapi tetap mempunyai semangat belajar yang tinggi. Keduanya juga memiliki ibu yang mampu mengantar mereka kepada kemajuan dan kemuliaan.

Tanda-tanda kejeniusan tampak dari Imam Ahmad pada saat itu. Hafalan ilmunya sedemikian melimpah. Sehingga Imam Ahmad bisa menghafal Al-Quran di usia 10 tahun. Beliau banyak belajar dari keluarga terdekat beliau. Karena banyak dari keluarga Imam Ahmad yang menjadi ulama.

Ketika Imam Ahmad berusia 16 tahun, beliau mulai belajar mencari hadits kepada ulama Baghdad yang bernama Husyaim bin Basyir ra. Beliau menuntut ilmu dengan penuh azzam yang tinggi dan tidak mudah goyah.

Sang ibu banyak membimbing dan memberi beliau dorongan semangat. Tidak lupa dia mengingatkan beliau agar tetap memperhatikan keadaan diri sendiri, terutama dalam masalah kesehatan. Tentang hal itu beliau pernah bercerita, “Terkadang aku ingin segera pergi pagi-pagi sekali mengambil (periwayatan) hadits, tetapi Ibu segera mengambil pakaianku dan berkata, ‘Bersabarlah dulu. Tunggu sampai adzan berkumandang atau setelah orang-orang selesai shalat subuh.’”

Baca juga : Bagaimana Mengatasi Pornografi dan Seks Bebas pada Remaja

Perhatian beliau saat itu memang tengah tertuju kepada keinginan mengambil hadits dari para perawinya. Saat beliau berusia 20 tahun, Husyaim bin Basyir meninggal dunia (183 H). Jadi beliau belajar bersama Husyaim hanya 4 tahun. Selama itu, beliau sudah mendapatkan 300.000 hadis lebih.

Setelah kematian gurunya, Imam Ahmad melakukan perjalanan menuntut ilmu yang pertama kalinya menuju ke kota Kufah. Imam Ahmad belajar di Kufah selama 3 tahun. Kemudian beliau pergi ke Bashrah untuk melanjutkan belajarnya.

Setelah selesai belajar di Bashrah, Imam Ahmad belum merasa puas, karena beliau haus akan ilmu. Akhirnya, Imam Ahmad pun pergi ke Hijaz, Makkah, Madinah, Yaman, Syam, daerah-daerah perbatasan, Eufrat, tanah Persia dan lainnya. Tokoh yang paling menonjol yang beliau temui dan mengambil ilmu darinya selama perjalanannya ke Hijaz adalah Imam Syafi‘i. Beliau banyak mengambil hadits dan faedah ilmu darinya. Imam Syafi‘i sendiri amat memuliakan diri beliau dan terkadang menjadikan beliau rujukan dalam mengenal keshahihan sebuah hadits. (MAY)

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
31 May 2018 13:26:54

Tugas Perkembangan Masa Remaja

 
ADVERTORIAL
18 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
PARENTING
24 May 2018 12:08:36

Agar Anak Mendirikan Shalat

 
PARENTING
18 April 2018 21:12:01

16 Ciri-Ciri Anak Cerdas Kinestetik

 
PARENTING
20 September 2018 11:05:30

Cinta Allah kepada Seorang Ibu


 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
Almatour Haji dan Umroh
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga