ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 13 November 2018 | 4 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
PARENTING

Ketika Anak Melakukan Kesalahan

20 October 2018 07:49:18 #ketika #anak #melakukankesalahan
pexels.com

ChanelMuslim.com – “Petra, kemana sih otak kamu. Masa soal matematika begini saja, kamu nggak bisa!”

“Kamu tuh anak papa bukan sih. Selalu bikin malu. Selalu bikin salah. Sekarang kamu manjat pohon pak Haji lagi!”

Kita orangtua, terkadang tidak bisa menahan emosi ketika menghadapi anak-anak yang bermasalah. Kalimat kasar sering terlontar. Terkadang amarah meluap seperti air bah, tidak berhenti. Kita terlalu fokus pada perasaan kita dan kesalahan anak. Kita tidak menenggang rasa pada anak kita sendiri. kita merasa memilikinya hingga merasa wajar jika kita memarahi atau bahkan memukulnya. Kita tidak perhatikan perasaannya.

Mari belajar dari kelembutan Rasulullah SAW ketika menghadapi seorang pemuda yang meminta izin untuk melakukan zina.

Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang baik dari Abu Umamah. Seorang pemuda datang mengahadap Rasulullah dan berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau mengizinkan aku berbuat zina?”

Baca juga : Ibu, Mata Air Kehidupan

Orang-orang menceoohnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Mendekatlah engkau.” Pemuda itu mendekat hingga ia duduk di hadapan Rasulullah SAW. “Apakah engkau suka perzinaan itu terjadi pada ibumu?” tanya Rasulullah SAW sambal melihat jauh ke mata pemuda itu.

“Tidak! Semoga Allah menjadikan aku tebusanmu,” jawab pemuda itu.

“Demikian pula orang-orang tidak suka perzinaan itu terhadap ibu-ibu mereka. Apakah engkau suka jika itu terjadi terhadap putrimu?” tanya Rasulullah SAW lagi.

“Tidak! Semoga Allah menjadikanku tebusanmu.”

Baca juga : Me-Reset Arah Parenting dalam Keluarga

“Demikian pula oran lain, ia tidak menginginkan hal itu terjadi terhadap putrinya. Apakah engkau suka melakukannya dengan saudara perempuanmu?’

Demikian selanjutnya Rasulullah SAW menyebut bibi dari phak ayah da bibi dari pihak ibu. Dan pemuda it uterus berkata, “Tidak! Semoga Allah menjadikan aku tebusanmu.’

Kemudian Rasulullah SAW meletakan tangannya di atas dada pemuda itu seraya berkata, “Ya Allah sucikan hatinya, ampunilah dosanya dan peliharalah kemaluannya.”

Pemuda itu berdiri dari hadapan Rasulullah SAW dengan perasaan bahwa tidak ada sesuatu yang paling ia benci daripada zina.

Kisah di atas memberi kita pelajaran dalam menghadapi anak-anak yaitu perbanyak dialog dan doa. Dialog dengan kalimat yang lembut dan tepat ke hati anak. bukan dengan lontaran-lontaran pertanyaan yang sejatinya ungkapan melecehkan diri anak.  (MAY)

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
ketika
anak
melakukankesalahan
 
BERITA LAINNYA
 
 
PARENTING
17 August 2018 22:39:40

5 Tips Membuat Anak Berani Tidur Sendiri

 
ADVERTORIAL
13 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
PARENTING
02 March 2018 15:50:42

Dan Umar bin Abdul Aziz Pun Menangis

 
PARENTING
25 July 2018 07:00:01

Mari Kita Cek Pola Pengasuhan Anak-Anak Kita

 
PARENTING
22 June 2018 05:51:59

Mewarisi Kearifan dan Kecintaan pada Alam

 
PARENTING
28 March 2018 22:04:13

Adab Memasuki Kamar Orangtua



media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga