ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 16 November 2018 | 7 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
PARENTING

Agar Anak Tidak Menjadi Korban atau Pelaku Bully

29 July 2018 06:28:18 #bullying #anak
pexels.com

ChanelMuslim.com – Banyak orantua yang tidak pernah mengira bahkan membayangkan jika anaknya adalah pelaku atau korban bully. Ini sebuah sinyal betapa orangtua tidak mengenali anaknya sendiri. Elly Risman menjelaskan tentang bagaimana orangtua menghindari anak dari perkara bully ini. Agar anak tidak menjadi korban atau bahkan pelaku bully.

1. Menyelamlah ke dalam diri dan mengembaralah ke masa lalu. Renungkan dan ingat kembali apa yang telah terjadi pada diri anda di masa lalu, apakah ada peristiwa yang hingga sekarang masih mengganjal di hati.

2. Selesaikan urusan dengan diri sendiri. Selesaikan belajar untuk memaafkan orang yang dulu pernah menyakiti kita dan meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti. Bantu pasangan untuk menyelesaikan urusan masa lalunya. Bicara juga dengan pasangan tentang apa-apa yang masih mengganjal dalam hati. Mari saling memaafkan.

3. Menyepakati pengasuhan anak berdua antara suami dan istri, Pengasuhan berdua – Dual parenting.

4. Rumuskan ulang tujuan pengasuhan  dan sepakati rumusan itu bersama. Lakukanlah evaluasi pada pola pengasuhan selama ini, sadari dan akui kesalahan jika memang ada kesalahan dan segera perbaiki kesalahan itu. Mengasuh harus punya prinsip. Jangan jadi orang kebanyakan, mengikuti arus trend saat ini.

Baca juga : Darimana Anak Belajar Mem-Bully?

5. Pulangkan ayah kerumahnya dan jadikan dia pemimpin yang memegang komando pendidikan agama anak-anaknya . Ayah harus mengiingat benar bahwa beliaulah yang akan mempertanggung jawabkan agama dan akhlak  istri dan anak-anaknya di mahkamah Allah nanti. Ini juga yang mengharuskan kita merubah dan memperbaiki pola pengasuhan anak laki laki kita.

6. Persiapkan anak untuk baligh. Jangan lupa, bila anak sudah baligh  berarti dia sudah mukallaf, yang artinya berlaku hukum yang ditentukan Allah atas dirinya dan berarti mereka dewasa muda bukan lagi remaja. Untuk itu dibutuhkan persiapan yang lama dan agar anak matang secara akal dan akhlaknya. Untuk itu apakah cukup persiapannya jika hanya seminggu?

7. Siapkan anak untuk bijak berteknologi. Orangtua jangan latah mengikuti trend. Jangan ikut-ikutan memberikan perangkat teknologi karena orang lain melakukannya pada anaknya. Malulah kalau jadi orangtua yang malas, mencari-cari alasan agar bisa melanjutkan berkomunikasi dengan teman dan melakukan pekerjaan lainnya berikan saja handphone ke anak. Belikan saja game agar anak asyik bermain game dan orangtua tidak terganggu. (MAY)

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
bullying
anak
 
BERITA LAINNYA
 
 
ADVERTORIAL
16 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
PARENTING
27 April 2018 15:08:18

Mempersiapkan Anak Menghadapi Ujian Sekolah

 
PARENTING
06 April 2018 23:33:51

Pilah Pilih Buku Anak


 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
Almatour Haji dan Umroh
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga