ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Selasa, 13 November 2018 | 4 Rabiul Awwal 1440 H
Login | Register

 
Kode Transfer 427 BNI Syariah

Kode Transfer 427 BNI Syariah

 
 
 
 
NASIONAL

Role dan Rule Berumah Tangga Ala Peraih Penghargaan Anak Muda Berpengaruh di Bawah 30 Tahun

16 October 2018 09:28:08 Heni Sri Sundari, Rumah Tangga, Role dan Rule

ChanelMuslim.com - Memang menarik jika berbincang-bincang dengan seorang tokoh muda berpengaruh seperti Heni Sri Sundari. Beliau ada peraih penghargaan dari majalah Forbes tahun 2016. Majalah bisnis begengsi ini baru merilis daftar bertajuk 30 Under 30 Asia yang berisikan deretan anak muda yang bermukim di kawasan Asia, yang dinilai sebagai pemimpin muda yang menjanjikan, wiraswastawan yang berbakat ataupun sebagai agen perubahan masyarakat.

Pendiri Anak Petani Cerdas ini sangat rendah diri ketika meminta tips dari bagaimana berumah tangga. Tentu saja sebagai perempuan yang sukses bukan hanya berdedikasi kepada keluarganya juga mempengaruhi orang-orang sekitarnya.

"Kalau yang saya yakini dalam Islam lelaki itu sebagai pemimpin, tetapi kita harus ingat bahwa perempuan adalah yang melahirkan pemimpin. Karena itu perempuan harus dibekali keilmuaan. Bagaimana keluarga ini harus sebagai suatu rumah yang sebagai tempat berlindung dan tempat pertama dia berkontribusi dan dedikasi,"katanya di Seminar Menguatkan Peran Muslimah dalam Ketahanan Keluarga di Era Digital, Kampus Umar Usman, Sabtu (13/10/2018).

Menurutnya kontribusi seorang perempuan bukan hanya untuk keluarganya sendiri tetapi juga orang disekitarnya. Karena, kata Heni, menjadi orang baik saja belum cukup untuk membuat Indonesia lebih baik.

"Begitu juga menjadi seorang muslim. Belum cukup menjadikan Islam baik di mata orang, tetapi orang-orang baik harus menggerakkan kebaikan sehingga orang bisa melihat.

Baca juga : Pesantren Lansia Tingkatkan Aktivitas Spiritual

Karena keimanan dan ketakwaan seseorang tidak bisa terlihat wujudnya, tetapi bagaimana adabnya, akhlaknya bagaimana dia bisa memberikan kontribusi untuk orang lain,"ujar lulusan Saint Mary’s University Hong Kong ini.

Ia membenarkan mengenai perempuan itu di dapur buka berarti hidupnya di dapur dan dikasur, karena itu merupakan pemikiran yang sangat sempit

"Kita melihat di zaman Rasulullah, istrinya juga berkontribusi dalam dakwah. Bahkan Khadijah menjadi support sistemnya,"katanya.

Seharusnya, kata Heni, kita juga bisa melakukan hal yang sama seperti Khadijah. Maka saat menikah kita harus menyatukan visi misi itu.

Baca juga : Baznas Sambut Baik Pencapaian Indonesia sebagai Negara Paling Dermawan Sedunia

"Memang ketika kita mempunyai visi misi dakwah itu bukan untuk sendiri tetapi  harus dikomunikasikan dan harus disatukan menjadi visi misi keluarga. Saya sejak dari awal menyampaikanl bahwa saya menikah dengan suami karena mempunyai visi misi yang sama,"katanya

Ketika visi misi sudah sama, kata Heni, kita tinggal mencari jalan yang mana untuk menempuh dan mencapainya.

"Misal kalau mau ke Monas, kita tinggal cari jalannya lewat mana, bogorkah, depokkah? Jadi misalkan peran perempuan sekolah tinggi tinggalnya di rumah dan di dapur, jangan salah. Sejatinya karir perempuan itu di rumah mendidik anak-anak dan mendidik generasi. Ada yang bilang jika kita mendidik seorang laki-laki hanya mendidik seorang saja, tetapi kalau kita mendidik perempuan maka kita akan mendidik generasi,"tambahnya.

Menurut Heni membangun visi dan misi untuk diraih bersama pertama agak sulit. Karena pastinya antara suami dan istri mempunya visi dan misi dan pencapaian pribadi tersendiri.

"Saya juga merasakan ketika ingin melakukan pencapaian pribadi yang ingin saya raih, begitu juga suami. Tetapi kita akhirnya membuat role dan rule. Misalnya ketika di hari Ahad, saya harus mengajar anak-anak. Di saat ada undangan mengisi acara di hari minggu, artinya saya harus menolak dan memilih prioritas bersama anak-anak,"katanya.

Begitu juga suami saya, kata Heni,  beliau seorang dosen dan membimbing mahasiswa.

"Jika di hari Jumat jadwalnya bersama saya. Kalau ada permintaan bimbingan tentu saja dia harus menolak. Ini adalah role dan rule yang telah kami sepakati sejak awal,"katanya.

Role dan Rule dalam Berumah Tangga

Jadi role itu, kata Heni, berbagi peran apakah itu di dalam rumah ataupun berdedikasi di masyarakat.

"Jika berbagi peran itu tidak jelas, saya yang harusnya pagi-pagi di rumah sebagai seorang istri dan harus mengurus anak, tetapi mengutamakan di sosial maka itu akan menganggu dalam rumah tangga. Begitu juga suami saya. Itu akan membuat tidak nyaman semuanya,"katanya.

 Ia juga mencontohkan suaminya yang tugas mencari nafkah. Ia tidak boleh mengambil kesibukan yang lain. Karena menurutnya antara kegiatan sosial dan memenuhi kebutuhan hajat hidup harus lebih didahulukan dari yang lain

"Karena kegiatan sosial itu perlu uang mas, begitu juga dakwah. Yang saya khawatirkan relawan yang tidak punya nafkah mengandalkan dari sedekah. Sebetulnya tidak semua orang akan berdonasi untuk kita, apalagi dari dana tersebut kita mengandalkan. Bagaimana mau makan?"tanyanya.

Menurutnya bagaimana kita bisa membantu orang lain tetapi diri kita tidak bisa mandiri. Mungkin, kata Heni, dari alasan itu mendapat penghargaan dari majalah Forbes kategori sosial preneur.

"Bagaimana kita mempunyai usaha, mempunyai cita-cita sendiri dan apa yang kita lakukan bisa menjadi solusi untuk masyarakat. Sekarang saya berbagi tugas dengan suami. Suami sudah menjadi dosen tetap dan karir profesional, sekarang suami sedang training ISO di UI, begitu juga saya ke sini mengisi. Ini artinya, besok kita full time bersama anak-anak,"katanya.

Peran ini, kata Heni, harus sudah kita komunikasikan juga sama dengan keuangan.

"Karena itu penting untuk dijelaskan, suami saya penghasilannya berapa dan saya berkontribusi berapa. Sebelum ktia ambil kita lakukan pembagian, berapa persen untuk zakat, berapa persen untuk menabung, dan sisanya untuk apa. Kuncinya sederhana, kita menuliskan apa yang kita keluarkan dan mengeluarkan apa yang kita tulis. Begitu juga dalam berencana, kita menulis rencana dan melakukan apa yang kita sudah rencananakan,"kata perempuan berjilbab ini.

Bagi pasangan yang belum ada role dan rule, menurut Heni belum terlambat untuk membuatnya. 

"Berumah tangga harus ada tujuan. Seperti pilot mengemudikan pesawat pastinya sudah tahu dimana akan berlandas. Tidak mungkin bertanya kepada penumpang. Begitu juga dalam berumah tangga. Segera buat visi misinya apa, kegiatan sosial yang dilakukan bersama apa, cita-cita bersama diraih apa dan mulai berbagi peran,"katanya.

Perempuan lulusan magister management di Bumiputera School of Business ini mencontohkan bagaimana ia membagi peran dengan suami. Seperti ia memasak sedangkan suami mencuci piring. 

"Berbagi peran bukan semuanya sama tetapi semua itu bisa dikomunikasikan. Semua punya kesibukan, suami kesibukan berbeda tetapi bisa dikomunikasikan. Yang jadi masalah ketika suami pulang ke rumah dan tidak mau mengambil peran apapun,"katanya.

Sang istri, kata Heni, sudah lelah di rumah. Sedangkan suami tidak mau mengambil peran itu saat pulang.

"Ini yang membuat keluarga muda pecah rumah tangganya, karena tidak saling memahami. Padahal ekspektasi masing tidak seperti itu. Sang istri ingin suaminya romantis dan pengertian sedangkan suami ingin pengertian. Jadi semuanya menuntut,"katanya.

Ini juga yang Heni praktekkan saat mendidik anak-anak. Dalam mendidik anak-anak orang kita tidak bisa marah. Ilmu ini, kata Heni berasal dari Najeela Shihab.

Kunci Cinta dalam Rumah Tangga

"Najeela mengajarkan ilmu Cinta. Ini yang saya terapkan di dalam rumah tangga. C itu artinya cari cara terus dalam berkomunikasi dan berumah tangga. Jadi jangan takut mentok. I, berumah tangga harus punya impian. Jangan sampai ketika berumah tangga tidak ada impian yang akan dicapai. N, itu nerima tanpa drama misalnya ketika kita mengirim pesan tidak dibalas, istri harus sabar. Begitu juga suami,"katanya.

Dalam drama Korea pastinya pesan tidak berbalas antara suami istri itu seru. Berbeda ketika berumah tangga, itu bisa menimbulkan keretakan bila tidak ada pengertian dan saling bersabar antara suami istri.

"T,nya tidak takut salah sih, mungkin suamiku senang saya masak ini, tetapi tidak salah untuk mencoba menu yang lain. Terakhir, A, asyik main bareng, meski saya dan suami punya kesibukan tetapi kita selalu membagi waktu untuk menonton bioskop bukan hanya kualitas saja tetapi kuantitas juga,"kata perempuan yang pernah bekerja sebagai TKW di Hongkong ini.

Berkontribusi di Masyarakat

Ketika visi dan misi sudah disatukan, pembagian role dan rule sudah jelas. Maka dalam keluarga juga harus berkontribusi dengan masyarakat. Dalam hal ini Heni memberikan tipsnya yaitu melihat masalah di lingkungan sekitar. Saat kembali ke kampung halaman bersama suaminya, Adita Ginantika. Heni melihat masalah di masyarakat adalah kemiskinan dan kurangnya pendidikan.

"Kalau untuk memberikan mereka uang tidak mungkin. Tetapi saat itu saya dan suami berpikir mempunyai buku yang bisa dibaca anak-anak. Dari situlah kami berinisiatif untuk mengajarkan anak-anak di sekitar,"katanya/

 Menurutnya untuk berkontribusi pada masyarakat kita harus berpikir dari hal kecil dan membuat dampak baik bagi lingkungan.

"Ketika sudah tahu jalani dan praktekkan. Jangan menunggu ini itu. Kalau menunda berbuat baik itu seringnya akan kalah dengan kesibukan lain. Kalau mau  bergerak, lakukan apa yang kita miliki apa yang kita mampu dan lakukan saat itu juga,"

Terakhir, kata Heni, harus berkomunikasi dengan pasangan apa yang ingin kita lakukan. Ia mencotohkan ketika rumahnya menjadi ruang belajar dan baca anak-anak kampungnya, ia mengemukakan ide itu kepada suami.

"Pastinya ketika itu privacy berumah tangga akan terganggu. Ada barang-barang yang hilang di rumah karena banyak orang yang keluar masuk. Kita bisa mengambil nggak resiko ini, karena rumha kita saat itu menjadi tempat 250 orang anak belajar. Jika, iya, lakukan itu,"pungkasnya. (Ilham)

Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
heni sri sundari
rumah tangga
role dan rule
 
BERITA LAINNYA
 
 
NASIONAL
25 September 2018 14:56:49

5000 Dai Penuhi Jambore Nasional Parmusi

 
ADVERTORIAL
13 November 2018 06:00:00

Mau Transfer ke BNI Syariah ? Gunakan Kode transfer 427

 
NASIONAL
01 March 2018 09:00:01

Ini Makna Keluarga bagi Owner Fuschia Model

 
NASIONAL
08 November 2018 20:40:59

Ada 4.000 Gay di Kabupaten Bekasi



media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga