ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 18 Januari 2019 | 11 Jumadil Awwal 1440 H
Login | Register

 


 
 
 
 
NASIONAL

Pendidikan Senjata Ampuh Memutus Rantai Kemiskinan

14 October 2018 00:42:04
Pendidikan Senjata Ampuh Memutus Rantai Kemiskinan

ChanelMuslim.com - Heni Sri Sundani menyadari bahwa pendidikan merupakan senjata ampuh untuk memutus rantai kemiskinan. Pernyataan ini berdasarkan pengalaman hidup beliau sebagai anak seorang petani dan kedua orangtua yang bercerai. Sejak kecil Heni diasuh oleh neneknya di Ciamis sedangkan ibunya kerja di Bekasi sebagai buruh pabrik. 

Diasuh oleh nenek tidak menjadikan Heni kecil merasa terpinggirkan. Ia sangat bersemangat untuk sekolah. Perjalanan menempuh selama dua jam menuju Sekolah Dasar (SD) dengan berjalan kaki mampu ditempuhnya.

Heni mengaku banyak belajar mengenai kehidupan dari neneknya yang tidak lulus sekolah. Mulai dari bagaimana bersabar, berusaha dan memberikan nilai-nilai kebaikan pada orang sekitarnya. Berbeda dengan orangtua kebanyakan yang menyuruh seorang anak berbuat baik, Nenek Heni justru memberikan contoh dan tauladan sehingga pelajaran kebaikan itu diingatnya sampai sekarang.

"Nenek saya jika memasak nasi itu hanya dua kepal saja. Satu kepal untuk saya dan satu lagi untuk dirinya. Jadi tidak ada nasi yang dimasak seukuran rice cooker,"katanya.

Jika Heni membawa kawan ke rumahnya. Dua kepal nasi itu dibagi sesuai jumlah kawan dan Heni. 

Baca juga : Curhat Penumpang Maskapai Malaysia yang Harus Delay 12 Jam

"Pernah suatu ketika saya membawa tiga kawan ke rumah. Nasi yang dua kepal itu dibagi menjadi empat bagian. Untuk tiga kawan yang datang dan saya. Nenek justru ikhlas selama satu hari untuk tidak makan nasi. Ia hanya makan singkong dan ubi sebagai pengganti nasi,"tambahnya di Seminar Menguatkan Peran Muslimah dalam Ketahanan Keluarga di Era Digital, Kampus Umar Usman, Sabtu (13/10/2018).

Setelah tamat SD dengan nilai Ujian Nasional tertinggi di sekolahnya. Heni melanjutkan sekolah ke SMP. Keputusannya untuk melanjutkan sekolah dicibir oleh tetangganya karena rata-rata anak seusianya tidak sampai melanjutkan. Bukan hanya itu, ibunya tak lagi bekerja sebagai buruh pabrik karena neneknya sudah mulai sakit-sakitan.Tapi Heni tetap optimistis. 

Lulus SMP, Heni memutuskan melanjutkan sekolah di SMK. Agar bisa sekolah, dia bekerja serabutan mulai dari jadi ART, jualan jilbab hingga menawarkan jasa mengetik kepada teman-temannya. Akhirnya Heni bisa menyelesaikan sekolahnya di SMK. 

Setelah lulus SMK, Heni kebingungan untuk melanjutkan sekolah karena sudah tidak punya biaya lagi. Mendengar ada kesempatan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita di luar negeri TKW. Ia memutuskan untuk hijrah dari kampung halamannya. Menurutnya masa depan itu tidak akan ada jika kita tidak melakukan sesuatu.

Baca juga : Ada 4.000 Gay di Kabupaten Bekasi

"Orang kaya akan meninggalkan kekayaannya untuk anak-anaknya. Berbeda bagi orang miskin pastinya akan meninggalkan kemiskinan juga. Saya nggak mau bernasib sama seperti ibu dan nenek,"katanya.

Namun, rencana itu ditentang ibu dan neneknya. Setelah melalui proses yang sangat panjang, dari mulai merayu nenek dan ibunya hingga proses belajar di Balai Latihan Kerja selama hampir 4 bulan, Heni berhasil terbang ke Hong Kong sebagai baby sitter.

"Di Hongkong saya bekerja sebagai pengasuh anak. Impian saya untuk menjadi sarjana tidak redup. Dari pendapatan pengasuh anak saya daftar kuliah di kampus Saint Mary’s University. Dan menjadi salah satu lulusan terbaik di kampus itu,"kata perempuan Pendiri Komunitas Gerakan Anak Petani Cerdas.

Setelah cita-citanya tercapai menjadi sarjana. Ia menghubungi nenek dan ibunya. Saat itu Heni sedih mereka tidak mengerti arti sarjana.

"Saya sadar dan kemudian pulang ke kampung halaman,"katanya.

Sampai di kampung halaman, Heni melihat tidak berbeda jauh saat ia meninggalkan Ciamis. Heni kemudian menjadi guru dan mengajari anak-anak kampungnya membaca dan menulis. Apalagi setelah menikah dengan suaminya, Adita Ginantika. (Ilham)

Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
BERITA LAINNYA
 
 
NASIONAL
03 September 2018 16:13:50

Menag: Misi Kemanusiaan Jangan Dicampuri Propaganda Agama

dompet dhuafa, zakat di kita aja, zakat dhompet dhuafa, berawal dari zakat, ayo zakat, zakat penghasilan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284