ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Rabu, 22 Mei 2019 | 17 Ramadhan 1440 H
Login | Register

 
Jangann Takut Berzakat Karena Zakatmu Sangat Bermanfaat Tunaikan Zakat

Jangann Takut Berzakat Karena Zakatmu Sangat Bermanfaat Tunaikan Zakat

 
 
 
 
KHAZANAH

Memulai Belajar Usia 12 Tahun, Imam Malik Berfatwa Diusia 17 Tahun

05 March 2016 22:38:44
Memulai Belajar Usia 12 Tahun, Imam Malik Berfatwa Diusia 17 Tahun

image

ChanelMuslim.com - Di dunia ini ada empat mazhab yang diakui yaitu; Mazhab Imam Ibu Hanifah, Mazhab Imam Malik, Mazhab Imam Syafi'i, Mazhab Imam Ahmad (Hambali).

Sekarang mari kita telusuri riwayat hidup Imam Malik. Diantara hikmah kenapa kita mempelajari riwayat hidup para ulama seperti Imam Malik adalah agar bisa meneladani pola pendidikan dan pola asuh orang tua para ulama tersebut.

Imam Malik adalah guru Imam Syafii. Dilahirkan sekitar 93 H wafat 179H. Beliau diberi umur yang cukup panjang sehingga menjumpai dua kekhalifahan besar yaitu bani ummayah dan bani abbasiyah.

Imam Malik berasal dari keturunan orang Arab asli Yaman. keturunan Qohton. Namun ia lahir dan besar di Madinah.

Imam Malik adalah guru Imam Syafii. Dilahirkan sekitar 93 H wafat 179H. Beliau diberi umur yang cukup panjang sehingga menjumpai dua kekhalifahan besar yaitu bani ummayah dan bani abbasiyah.

Imam Malik berasal dari keturunan orang Arab asli Yaman. keturunan Qohton. Namun ia lahir dan besar di Madinah.

Malik bin Anas bin Malik, kakeknya adalah seorang ulama besar (Nafi') yang melahirkan Malik dan Anas yang juga para ulama. Jadi Imam Malik lahir dan dibesarkan dari keluarga ulama.

Imam Malik ketika kecil sangat suka bermain, beliau baru sadar untuk menuntut ilmu dengan serius di usia 12 tahun.

Suatu ketika ayahnya ingin agar Imam Malik mulai mengurangi waktu bermainnya dan serius belajar. Kemudian beliau mengumpulkan semua anak-anak dan saudaranya. Ayahnya berjanji memberikan hadiah bagi yang dapat menjawab pertanyaa.

Setelah kumpul ayahnya mengajukan pertanyaan berkaitan dengan agama, saudaranya Nadhr bisa menjawab pertanyaan ayahnya sedangkan Malik kecil tidak bisa.

Kemudian ayahnya berkata : " Sungguh bermain burung telah melalaikanmu dari menuntut ilmu"

Malik kecil marah dengan pernyataan ayahnya. Malik mengekspresikan marahnya dengan hal positif yaitu serius ingin menuntut ilmu.

Imam Malik rahimahullahu mengisahkan,

Aku berkata kepada ibuku, “Aku akan pergi untuk belajar”. Ibuku berkata, “Kemarilah!, Pakailah pakaian ilmu!”. Lalu ibuku memakaikan aku mismarah (suatu jenis pakaian) dan meletakkan peci di kepalaku, kemudian memakaikan sorban di atas peci itu. Setelah itu dia berpesan, “Sekarang, pergilah untuk belajar” Dia juga pernah mengatakan, “Pergilah kepada Imam Rabi’ah (guru Imam Malik,), Pelajarilah adabnya sebelum engkau pelajari ilmunya”.

Kemudian barulah beliau serius menuntut ilmu.  setelah itu selama 7 tahun dia duduk bersama para ulama agar bisa seperti kakaknya.

Dan ketika Imam Malik berusia antara 17/18  tahun  (riwayat lain 22/23 tahun) sudah berfatwa. Berarti waktu belajarnya sebentar dari usia 12 thn.

Imam Malik berkata,  bahwa beliau tidak berfatwa sebelum diberi rekomemdasi 70 orang ulama.

Tidak ada yang berhak berfatwa di Madinah ketika ada Imam Malik.

Beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari riwayat hidup Imam Malik adalah,

1. Bermula dari ayah

ayah yang berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan anaknya agar  menuntut ilmu. Ayah Imam Malik mendudukan Malik kecil bersama saudaranya dan memberi pertanyaan.

2 Adab adalah prioritas utama. Dahulukan adab.

Kisah ibu Imam Malik ketika Imam Malik hendak belajar menyiapkan baju terbaik seperti pakaian para ulama. Dan berpesan tentang pentingnya adab.

Ada kaidah tak tertulis bahwa guru akan memberikan ilmu lebih pada murid yang beradab.

Zaid belajar bahasa ibrani 15 hari, bahasa syiria 13 hari. Berarti : Bahasa AlQur'an yg sdh dijamin lebih mudah akan lebih cepat selesai. Jika adab anak2 sdh terpegang, maka ilmu apapun yg diberikan pada anak2 akan siap.

Imam Malik menjalankan adab di majelisnya sangat ketat sekali. Beliau memiliki beberapa pengawal utk menertibkan peserta majelisnya. Jika ada yang melanggar adab maka pengawalnya langsung menegur bahkan bisa dikeluarkan atau bisa dihukum pukul. bahkan iMam Malik memiliki penjara sendiri bagi para pelanggar adab.

"Ilmu itu didatangi bukan mendatangi" (Imam Malik)

"Sesungguunya para ulama adalah pewaris para Nabi "(Rasul saw)

Maka anak para khalifah pun mendatangi imam Malik untuk belajar.

Jika ilmu dikhususkan untuk orang-orang khsuus saja (anak anak khalifah) maka ilmu tdk akan bermanfaat baik orang umum ataupun orang khusus.

Bahkan Imam Malik tidak memberikan trmpat khusus untuk anak khalifah. Inilah kemuliaan ilmu.

Maka, mari menghormati para pengajar anak anak kita. Ilmu tidak bisa  dibeli dnegan uang.

"Jika engkau meninggikan ilmu maka ilmu itu akan tinggi. jika engkau rendahkan maka ilmu itu akan rendah"

Imam Syafii ketika mau belajar pada Imam Malik, maka Imam Syafii menghafalkan dl kitab AlMuwatho karya Imam malik. kmdn meminta rekomendasi walikota Mekkah utk walikota Madinah. Tp walikota Madinah mengatakan bahwave

" Wahai Nak, sungguh berjalan kaki dari mekkah ke madinah adalah jauh lebih ringan daripada pergi ke rumah Malik" ---> begitulah kemuliaan imam Malik.

Di zaman kebesaran islam, ilmu dan ahli ilmu sangat dimuliakan.

AlMuwatho --- tdk ada kitab yg lebih bermanfaat setelah AlQur'an kecuali AlMuwatho (shohih bukhori belum ada).

Imam Malik ketika memberikan hadits sekitar 10-12 hadits. ketika ada murid yg menginginkan hadits lebih maka Imam Malik memanggil pengawalnya utk mengusir murid tsb. Karena ilmu itu mahal, dan setiap orang harus berusaha sekuat tenaga utk mendapatkannya.

Imam Malik akan sangat marah jika ada yg bertanya "dalilnya apa?", hal itu tdk beradab. Bahkan bisa dipenjarakan.

Mengapa sangat ketat di adab, karena Imam Malik di ilmu Fiqh adalah level tertinggi. Imam Malik memiliki ushul fiqh sendiri. Tidak beradab bertanya dalil pada ulama di level tertinggi fiqh.

Imam malik dan murid2nya sangat hormat pada Nabi dan hadits Nabi. Jika ada yg bertanya tth hadits maka Imam Malik akan pulang dl ke rumahnya, mandi, berganti pakaian, memakai harum2an baru memberi hadits. Karenanya ilmunya mjd berkah. Sampai sekarang kita bisa mendpaati ilmunya. Pahalanya tak terputus.

Apalagi terhadap Alquran.Harus beradab.

" Tidak akan baik umat ini kecuali mereka diperbaiki sebagaimana generasi awal diperbaiki."

3. Dudukkan ilmu sebagaimana mestinya. Jangan karena sudah merasa membayar mahal jadi meremehkan ilmu dan ahli ilmu. Muliakan ilmu, muliakan gurunya. Pelajari adabnya. Agar kita semua mudah menerima ilmu.

4. Firasat guru --- untuk memotivasi para murid.

Firasat imam malik terhadap muridnya imam syafii juga pada para muridnya bahwa mereka akan jadi orang besar, maka ternyata memang firasatnya benar. (W/Bairanti)

Disarikan oleh  taklim bersama ustadz Ali Shodiqqin Markasan, Lc

Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
BERITA LAINNYA
 
 
KHAZANAH
23 November 2017 16:22:59

Inilah Bingkai Keluarga Muslim (2)

 
 
KHAZANAH
08 December 2018 21:15:58

Melawan Arus

 
KHAZANAH
26 March 2019 23:26:52

Pertempuran Balath asy-Syuhada

 
KHAZANAH
09 July 2018 07:24:41

Meneropong Phobia Islam di Bulgaria


 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284